Ayat-ayat Cinta..
From: "agung_amelia"
Date: Thu Sep 15, 2005 9:05 am
Subject: Ayat –ayat Cinta agung_amelia
Sep 08, 2005 10:26 pm
Ayat –ayat Cinta
Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan ?
Seakan-seakan bidadari itu seperti Yajut dan Marjan
Maka nikmat TuhanMu yang manakah yang kamu dustakan ?
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. (ar-Rahman : 57-
60)
Air mata pun meleleh teringat nasihat lukman terhadap anaknya :
"Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya
mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar."
"Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji
sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi,
niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya
Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui.
"Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan
yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan
bersabarlah terhahap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang
demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)"
luqman seperti masih hidup dan menasehati diriku dengan suaranya
yang penuh wibawa dan menggetarkan jiwa. Jika aku punya anak kelak,
aku ingin mendidiknya seperti luqman mendidik anaknya. Aku ingin
menasehatinya seperti luqman menasehati anaknya. Aku ingin bersikap
bijaksana padanya seperti luqman bersikap bijaksana pada anaknya. Ya
Tuhan, kabulkanlah.
PadaMu
Kutitip secuil asa
Kau beri selaksa bahagia
PadaMu
Ku Harapkan setetes embun cinta
Kau limpahkan samudra cinta
Dari Novel Best Seller "Ayat-ayat Cinta", karya Habiburrahman El
Shirazy kangabik@...
Membaca ayat-ayat cinta ini membuat angan kita melayang pergi ke
negeri seribu menara dan merasakan `Pelangi' akhlak yang menghiasi
pesonanya. Sungguh sebuah cerita yang layak dibaca dan
disosialisasikan pada para pemburu bacaan popular yang sudah tidak
mengindahkan akhlak sebagai menu utamanya, agar dunia bacaan kita
terisi karya-karya yang `membangun'.
"Bagus…sebuah novel tentang seorang santri salaf metropolis dan
musafir yang haus ilmu. Keindahan cinta dibangun di bawah terang
cahaya petunjuk. Tak berlebihan bila disebut sebagai Novel pembangun
jiwa."
Tak main-main, sebagai novel pembangun jiwa, novel ini ditulis
dengan menggunakan sepuluh referensi. Bahkan `hanya' menuliskan
kisah bertemunya fahri dengan sahabat Nabi Imam Mas'ud dalam mimpi,
penulis perlu mendasarkan ceritanya pada Kitab ar-Ruuh karya Ibnu
Qayyim al-Jauziyah.
Saya seperti melihat langsung Mesir, Mahattah dan stasiunnya.
Gambaran rumahnya dan budaya masyarakatnya. Kelakar yang digunakan
orang mesir. Dan banyak lagi yang lainnya. Kerana berhasilnya
penulis menghidupkan fahri dan suasana di sekitarnya, saya sempat
berfikir bahwa fahri tak lain Habiburrahman El Shirazy (kang abik)
sendiri.. Novel ini perlu menjadi acuan terutama bagi
penulis `pemula' yang sangat bersemangat untuk menulis sastra
islami. Dan akhirnya saya berharap semoga anda menemukan kesan yang
sama atau bahkan sesuatu yang lebih baik dari kehadiran novel ini,
Novel `Ayat –ayat Cinta'


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home